Darahku seakan tak mengalir. Otaku membeku tak
mampu lagi untuk berfikir. Jarum jam serasa terhenti padahal bumi masih berputar. Ya Allah, aku sungguh rapuh. Fikiranku teralih pada tangisan Ibu yang
telah mengandungku. Ia memejamkan mata, memeluku dengan erat dan air mata deras
jatuh membasahi pipi merahnya pada hari itu.
Ya Allah, Aku rapuh. fikiranku teralih pada
Ibu yang membesarkanku, yang menumpahkan cintanya padaku seakan aku pernah
hidup di dalam rahimnya. Aku melihat wajahnya menatapku di hari kemenangan itu.
Tangannya tak henti-hentinya mengusap tangis di wajahnya. Ia melantunkan doa
dan terus menitikan air mata untukku. 3 hari sudah, ia berbaring di tempat
tidur dan aku pun tak tau. Aku bahkan tidak datang untuk menemuinya setelah
hari itu. Nada berat dari suaranya terdengar hanya melalui telpon. Lantas kemana saja
aku?
Ya Allah, Aku rapuh. Fikiranku teralih
pada Ayah yang selalu menghawatirkanku seakan aku buah hatinya. Ia menjagaku
bagikan putri kesayangannya. Bertahun-tahun lamanya ia mengusap kepalaku,
mengajarkan aku tentang kasih sayang dan tentang saling menguatkan. Pelukan erat itu
masih teringat jelas di kepalaku. Suasana pun menjadi haru. Ia memelukku dan
berkata “Jaga diri baik-baik, nak! Kami selalu ada untukmu.” Sebait kalimat
penuh arti dan makna. Aku tau betul makna yang ia simpan dibalik kalimat
itu. Aku hanya tertegun penuh penyesalan. Mata ini pun tak sanggup lagi membendung
kesedihan.
Ya Allah, aku benar-benar manusia yang rapuh. Hari
ini telponku berdering. Terlihat pesan Bapak yang meminta doa padaku. Ternyata
bapak sedang di rumah sakit dan akan menjalani operasi katarak. Hatiku pilu.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bumi memang benar berputar, dan usia terus berkurang.
Seiring dengannya pun, waktu telah memakan usia bapak seperti juga yang telah
memakan usiaku. Hatiku pilu menyadari kenyataan itu.
Ya Allah, apa yang sesungguhnya ingin kau sampaikan padaku. Tanganku bergetar. Sungguh, aku
lemah akan kuasa-Mu. Aku sangat menyayangi orang tuaku. Aku ingin bahagia selalu menyertai hidup mereka. Lindungilah mereka Ya Allah. Berikan mereka kesehatan dan limpahkanlah segala kebaikan untuk mereka. Aku ingin meminta maaf pada mereka. Sungguh aku tak bermaksud membuat mereka mengkhawatirkan aku. Aku tidak pernah ingin melihat mereka sedih dan sakit karenaku. Tidak, tidak demikian.
Ya Allah, aku ingin sekali berkata pada Ibu dan Bapakku, Maafkanlah Aku!
0 komentar:
Post a Comment