![]() |
Pernikahan, dambaan setiap insan setelah mereka mencapai usia yang mereka anggap cukup, setelah mereka anggap telah menemui pasangan hidupnya. Dalam islam saja disebutkan bahwa pernikahan itu ibadah, karena setelah menikah manusia dianggap dan pasti bisa menyempurnakan ibadahnya, iman dan islamnya kepada Allah SWT.
Walau bagaimanapun manusia berkumpul karena persamaan. Dalam perrnikahan, dua orang yang saling mencintai biasanya punya tujuan yang sama, menikah. Apakah menikah sesederhana itu? Tentu tidak! Tapi apakah kita harus berfikir bahwa kita mampu berkomitmen dengan seseorang setelah menikah? Silahkan dijawab sendiri!
Tulisan ini sebenernya hanya ingin menceritakan sedikit rekam jejak perjalanan hidupku. Menyinggung perbincangan mengenai pernikahan, seseorang akan melamarku setelah pernikahan seorang Kakak, begitulah janji diantara dia, aku dan orang tuaku. Tentu saja, aku hanyalah perempuan pada umumnya yang menganggap suatu kebahagiaan saat hari itu datang.
Jika orang lain bilang sebelum pernikahan itu kita akan dihadapkan
dengan banyak ujian dan cobaan, maka mungkin bisa jadi itu benar. Karena mungkin setelah menikah akan banyak lagi godaan godaan yang akan dihadapi. Jika hari ini saja tidak lulus godaan tersebut, bagaimana dengan nanti?
Sedikit mengenai persoalan kehidupan, ia tiba-tiba menghilang bagaikan ditelan sesuatu, dan lalu setelah penantian itu terkumpul dalam waktu yang cukup lama, singkat kata ia memutuskan hubungan tepat sekali setelah pernikahan sang Kakak.
Sedikit mengenai persoalan kehidupan, ia tiba-tiba menghilang bagaikan ditelan sesuatu, dan lalu setelah penantian itu terkumpul dalam waktu yang cukup lama, singkat kata ia memutuskan hubungan tepat sekali setelah pernikahan sang Kakak.
Allah Maha Baik dengan menunjukan hal yang seharusnya tidak akan kuketahui. Selang beberapa hari, Allah menunjukan kuasanya padaku. Walaupun demikian, tentu saja, aku hanya seorang insan yang tak sempurna. Kejadian itu meninggalkan kesedihan yang mendalam. Sedikit barang-barang seserahan pun sejujurnya telah dikumpulkan.
Bersyukurlah, Allah betul-betul Maha Baik, Maha Segalanya! Aku percaya itu adalah keputusan terbaik yang telah Allah berikan untukku. Aku pernah membaca sebuah cerita tentang kegagalan pernikahan dimana hari benar-benar sudah ditentukan, undangan dan segalanya telah disiapkan. Jadi, masalahku ini tentu saja hanya percikan kecil dari berbagai cerita tentang kegagalan pernikahan.
Ingin mengutip dari blog seseorang yang aku kagumi, barisan wanita yang pernah patah hati. Begini:
"Kedepannya akan banyak hikmah yang pasti akan kita terima. Mengutip dari Imam Ali bin Abi Thalib AS:
Akan ada proses kecewa, marah dan tidak
ikhlas. Akan ada proses dimana melepaskan ternyata lebih sulit dari
mendapatkan ataupun mempertahankan. Akan selalu ada yang sulit
dilupakan. Pernah ada cita-cita yang kita bangun bersama, banyak cerita
canda dan tawa bahkan luka yang menyertainya.
Hingga akhirnya, kita akan tetap berjalan
pada rute kehidupan kita masing-masing, meneruskan apa yang memang
sudah ditentukan dan dituliskan oleh Sang Khalik kepada makhluknya.
Menerima semua dengan ikhlas dan tetap berprasangka baik kepada-Nya."
:)
Inshaallah pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Semua ini hanyalah proses dari perjalanan kehidupan. Akan banyak hikmah di balik semua ini dan aku hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik karenanya.
Sylva, Jakarta, 2016

0 komentar:
Post a Comment