Besar dan lahir dari lingkungan sederhana, lalu beranjak ke ibu kota setelah lulus kuliah. Tatanan kehidupan disini dan disana memang agak berbeda. Beberapa hal dan cerita membuat tercengang hingga akhirnya muncul perkataan "memang iya?" Shock Culture! Jakarta oh Jakarta..kota metropolitan yang mampu mengubah nila menjadi abu-abu. Kota yang mampu membuat cerita menjadi berita. Kota besar berisikan aneka ragam manusia dan kehidupan yang berwarna. Ku kira hanya ada di TV, ternyata semua terjadi nyata di sekitar kita.
Percakapan singkat antara aku dan beberapa rekan hari itu, membuatku agak ngeri. "Lelaki baik-baik? Mana ada! Bullshit. Itu cuman ada di otak lo aja!" Aku diam saja sambil bertanya-tanya "masa sih?" kataku dalam hati. Aku tidak ingin berkomentar tapi pertanyaan pertanyaan itu sekilas ada. Tak ku fahami kenapa banyak orang disini berkata demikian, ataukah hanya berasumsi? Sudahlah aku tak ingin mengabaikan terlebih lagi menghiraukan. Manusia kan tidak sama.Ya toh?
Selepas kerja, aku menyalakan televisi. Lagi lagi berita si gadis desa lugu yang berubah jadi wanita tato. Awkarin! Hmm,,apa iya sesiapa yang tak siap datang ke kota Metropolitan bisa sebegitunya? berubah hingga 270 derajat? Ah entahlah...sepertinya aku kurang tertarik. Aku pun menarik ponsel yang menggeletak di atas tempat tidur setelah suntuk menjalankan aktivitas yang tidak banyak berubah hari itu. Sepertinya ada yang beda...
Kaget, bingung, heran, pokonya campur aduk. Antara "Panjang sekali naskah nya?" Dan lalu setelah dibaca...aku tertawa, haha. ko ni anak nyeleneh ya. Emmmm tapi terkesima juga sih...apa iya? Bukannya sudah 6 taun lalu? Ahmasa sampe segitunya?". Terkadang saat merasa dunia sedang tidak bersahabat, ada saja hadiah dari-Nya yang membuat hari ini lebih berwarna, membuat kita tersenyum, membuat kita lebih dihargai dan lalu bersyukur, bersyukur, bersyukur. Apakah ini yang dinamakan Tuhan Maha Baik? Aku selalu yakin, Tuhan melalui orang-orang di sekitar kita, sedang berinteraksi dengan kita. Sedang berbicara dengan kita. Sedang mengingatkan kita untuk mensyukuri nikmat-Nya.
Kalo kata si adik yang sudah bisa bernasihat itu begini katanya: Apa teteh tau saat kita sedang bersedih, sebenarnya banyak orang-orang yang bahagia? "Maksudnya berbahagia di atas penderitaan kita?" Bukan! Tapi bahagia karena punya kesempatan untuk membuat kita bahagia...! Kadang, aku mengutarakan isi hatiku pada sang khaliq : Tuhan, seandainya aku dipersatukan dengan orang yang benar menyayangiku, bisa menjaga perasaanku serta ingin melihatku bahagia, maka buatlah aku juga menyayanginya, membahagiakannya dan menjaga hatinya. Amin!
Tapi yang kadang aneh juga begini : semisal niat sudah baik, tapi ada sikap dan perbuatan berlainan seiring dengan interaksi yang berlawanan! Betul tidak? Aku pernah mengobrol dengan teman dan katanya kita harus sering berbicara yang baik-baik dengan tubuh dan indera kita. Semisal berbicara pada tangan "Wahai tangan, janganlah menyentuh atau melakukan hal-hal yang buruk. Wahai Kaki, janganlah engkau melangkah ke tempat yang tidak baik. Wahai Mulut, suarakanlah hal-hal yang baik saja!" Jadi kalo pas mau menghadapi ujian dan berniat ingin belajar, coba bilang "Mata....kumohon jangan dulu mengantuk hingga aku selesai belajar!" Percaya atau tidak, begitu katanya. Hehe...
"Tuhan, aku tau ada hal-hal yang tak bisa dipaksakan. Kita juga tidak
pernah tau apa yang telah Engkau tuliskan. Tapi, jika kita tidak mampu
membalas segala kebaikan atau ketulusan seseorang terhadap kita, maka
balaskanlah kebaikannya dan tolong sampaikan juga rasa terimakasih ku pada mereka yang memiliki hati dan niatan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal
yang tidak kita ketahui."
Jadi, lelaki baik itu ada? "Ada!" Lelaki yang tulus itu ada? "Ada! Inshaallah Ada!" Tergantung kita ada di mana, bergaul dengan siapa, atau memandang sesuatu dari kacamata yang seperti apa.. Dan ini yang selalu aku ingat. "Orang-orang akan dipersatukan oleh persamaan. Jadi, kalo ingin dipersatukan dengan orang yang baik, berbuatlah hal-hal yang baik. Sesungguhnya Allah tidak pernah salah! Do good Received Good!
Salam

0 komentar:
Post a Comment